Produk produk china yang katanya murah meriah tak ayal lagi membanjiri Indonesia, lebih dari 30% produk produk yang terpampang di online shop seperti tokopedia,toko bagus dan lain lain di domininasi oleh produk produk made in China, pertanyaannya mengapa ini bisa terjadi ? salah satu penyebab/faktor terpenting produk China murah adalah kebijakan pemerintah China sendiri melakukan PEG mata uangnya sehingga jauh di bawah nilai wajarnya (dibanding mata uang negara lain).

Akibatnya, produk-produk China bisa lebih murah secara atificial. Bilamana mata uang China dilepas ke mekanisme pasar, harga barang China akan naik signifikan.

Andai saja pemerintah Indonesia mem-PEG rupiah menjadi Rp15.000 per dollar, produk Indonesia tentunya akan menjadi sangat murah di mancanegara. Tapi, bila itu dilakukan, konsumen kita yang dirugikan, serba salah…

Soal bahan baku rayon dan rotan serta overhead , itu menunjukkan industri China lebih efisien. Tenaga kerja lebih murah dan melimpah (hampir semiliar penduduk China masih berada di kelompok demografi miskin). Tapi, kita pun tentunya tak mau memperlakukan pekerja kita seperti di China walaupun sudah hampir hampir buruh di Indonesia sudah mulai tidak di hargai dengan timbulnya banyak demo yang berujung kepada UMR/UMK yang pada akhir ke kesejahteraan mereka.

Bilamana pemerintah menegosiasi ulang ACFTA yang sudah di gulirkan, yang dirugikan justru konsumen Indonesia karena harus membeli barang lebih mahal akibat inefisiensi industrialisasi oleh Indonesia sendiri–yang kini malah minta perlindungan. Pemerintah boleh dan mesti bantu industri dalam negeri, tapi jangan merugikan konsumen Indonesia sendiri memang sebuah pilihan yang sulit bagi pemerintah.

Sikap Pemerintah yang gemar memanjakan pelaku industri dengan berbagai kemudahan tak akan pernah membuat mereka mandiri, saya yakin, banyak entrepreneur muda Indonesia cukup berani dan kreatif untuk bermain di pasar yang lebih terbuka untuk berperang melawan produk produk China, pertanyaannya tapi kapan ?

Notes : PEG :

Mem-peg atau mengaitkan mata uang suatu negara ke mata uang negara lain, seperti terhadap dolar.Alasan mengaitkan ke dollar adalah untuk membuat uang stabil (ekonomi stabil) karena mata uang tetap nilainya kalau dilihat dari perdagangan internasional.Karena itu mata uang yang dikait harus mata uang yang diakui internasional, dengan sendirinya saat ini adalah dolar US, karena setengah dari nilai perdagangan dunia ada ditangan US. Banyak negara mengaitkan mata uangnya kepada mata uang beberapanegara yang kuat dalam perdagangan internasional, Dengan demikian bila salah satu dari mata uang yang dikait jatuh, misalnya US dollar jatuh, sedang yang lain tidak, maka mata uang yang dikaitkan itu akan jatuh tapi sedikit, sehingga tidak mengganggu ekonomi negara.

« Back to Blog